POETRY OF THE WEEK
PENYAIR LUPA PURNAMA
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
Entah tenggelam oleh awan
Atau lupa asal-muasal malam
Kata sunyi menari sendiri dalam kelam
Lembut gemulai gerakannya
Membuat penyair itu terpesona
Hingga tak sempat merangkainya
Menjadi puisi apalagi prosa
Meski dia telah mencoba
Mengundang kata lain ikut berdansa
Dengan menabuh melodi hati
Menjadi orkestra rangsa
Rupanya Penyair itu lupa
Bahwa malam ini purnama
Yang membuat kata lain sibuk melukis bulan
Dalam lomba seni rupa
Dan telah lupa hakekat hidupnya
Dalam takdir karya sastra
****
Yogyakarta, 8 s/d 10 Juli 2009
POETRY OF THE WEEK
TELAT TOBAT
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
!!!
Dalam hitungan seribu bulan
Purnama baru akan mampir
Menasehatimu tentang getir
Menyindirmu nyinyir
Sampai egomu hancur
Tersambar petir
Dan kau baru akan sadar
Setelah semua berakhir
!!!
Yogyakarta, 10 Juli 2009
POETRY OF THE WEEK
RINDU INI MILIKMU
****
Ku telungkupkan hatiku
Agar punggungnya bisa istirahat
Setelah sempat cacat
Karena Rindu ini tak jua terucap
***
Yogyakarta, 09 juli 2009
POETRY OF THE WEEK
APA LAGI YANG KU PUNYA?
****
Apa yang hendak ku tunjukkan?
Pada keindahan matamu
Kalau Matahari saja menunduk memandangnya
Apa yang hendak ku bisikkan di telingamu?
saat lagu tak lagi mampu membendung hasratku
Apa yang hendak ku persembahkan?
Saat Puisi-pun tak mampu
Mewakili paras Elokmu..
***
Yogyakarta, 29 juni 2009
POETRY OF THE WEEK
JANGAN BIARKAN AKU SENDIRI
Mencoba menterjemahkan gerakan puitis Om Jemek Supardi kedalam kata…
******
Hijau kehidupan hanya sementara kau genggam
Sejuk dingin malam
Mencoba menyempurnakan malam tanpa bintang
Sejenak ingatanmu coba kau titipkan
Pada arus air, kerikil dan bebatuan
Mencoba menelisik jerat-jerat kehidupan
Nafasmu terengah
Saat ingatanmu hanyut lamunan
Alunan gemeretak darahmu
Mengalun pilu diantara reriak gelombang
Nadi menggumpal
Hati meronta
Sendiri merana
Perlahan kau seret kaki-kaki
Diantara kerikil tajam
Menyumpai hidupmu
Menyumpahi rapuh masa lalu
Tapi kau tetap bertahan
Mencoba menelisik relung ruang angin
Memandang nanar sekeliling
Ruang waktu seakan menyempit
Menghimpit jiwa
Tanpa mampu meronta
Tiada lagi harapan
Hilang sudah kesempatan
Kau pandangi dirimu
Seolah api kecil dipermainkan bebayu
Kau pandang lekat
Akankah masih tersisa harap
“aku masih disini sahabatku”
suara itu terdengar sayup
namun sejuk menelusik jiwa
seonggok batu besar menjulurkan tangannya
“Jadikan aku sandaran”
“Lepaskan tetali yang membelenggu jiwamu”
Dengan sisa-sisa harap
Kau mencoba mengurainya satu-persatu
“Arungi lagi kehidupanmu”
“Bahagia kan menjemputmu”
Kesadaran mulai membuncah
Harapan mulai merekah
Ternyata masih tersisa hijau rerumputan
Meski tak selebar daun pisang
Tapi itu cukup
Akan ku lempar jauh kesedihan
Saat kucicipi lagi hangat persahabatan
*****
Kali Code, Yogyakarta, 30 Mei 2009
Malam Renungan AIDS Nusantara
Bersama Jemek Supardi
POETRY OF THE WEEK
sambungan…
SAJAK NESTAPA
Jilid II
Poet by Eko “Suklowor” Wibowo
( 6 )
Tanpa terasa jarum waktu mengalir begitu saja
Kantuk mulai menyerang hasrat tanpa bisa bersilat
Pendar aura wajahnya yang berkilat
Lebur hampir tamat
Namun dengan cekat dia ingat
Akan datangnya iba sang juru selamat
Membuat dia kembali semangat
Ditengah pergulatan hebat
Terdengar seret langkah kaki mendekat
Seketika wajah hasrat berubah pucat
Sang takdir tersenyum hangat
=====
Yogyakarta, 26 Maret 2009
habis…
POETRY OF THE WEEK
sambungan…
SAJAK NESTAPA
Jilid II
Poet by Eko “Suklowor” Wibowo
( 5 )
Nestapa yang sedari tadi mengalunkan melodi
Lewat radio mini tanpa henti berdendang
Tentang hidup yang meradang
Kadang dia petik gitar melodi susah hati
Kadang dia tiup terompet suara mirip sangkakala
Atau dia gesek biola menyayat sukma
=====
Yogyakarta, 26 Maret 2009
bersambung…
POETRY OF THE WEEK
sambungan…
SAJAK NESTAPA
Jilid II
Poet by Eko “Suklowor” Wibowo
( 3 )
Kau ini bicara apa?
Tanya mimpi padaku
Rebahkan saja punggungmu
Pejamkan saja matamu
Lalu kita bercumbu
( 4 )
Diamlah teriak hasrat
Aku takkan mempan bujukmu
Biar seribu rayu kau suguhkan padaku
Aku takkan tertipu
Akan ku jaga malam ini sampai pagi
Berteman secangkir kopi
Beserta majalah asa edisi terkini
Hingga iba datang menjelma
Aku sudah tahu cara menyambutnya
=====
Yogyakarta, 26 Maret 2009
bersambung…
POETRY OF THE WEEK
sambungan…
SAJAK NESTAPA
Jilid II
Poet by Eko “Suklowor” Wibowo
( 2 )
Perlahan, dia sibak tirai nasib sore itu
Mengintip di antara dedaun pintu
Ah sama saja seperti minggu lalu
Kupikir iba telah datang mengetuk pintu
Menjejalkan sejuta harap di balik bantalku
……
Yogyakarta, 26 Maret 2009
bersambung…
POETRY OF THE WEEK
SAJAK NESTAPA
Jilid II
Poet by Eko “Suklowor” Wibowo
( 1 )
Suara isak mendayu
Dalam ratap senja yang kuyu
Matahari merah
Perlahan tenggelam dalam sanubari hatimu
Seperti ingin berendam dalam samudra biru
Bisakah aku mencicipi damai sedetik saja ?
Setelah berkelojotan radiasi supernova
……
Yogyakarta, 26 Maret 2009
bersambung…