Suklowor


Poetry of the week
March 30, 2008, 11:12 pm
Filed under: Uncategorized

DENGAN PUISI, AKU

Poet by Taufik Ismail

Dengan puisi aku bernyanyi

sampai senja usiaku nanti

Dengan puisi aku bercinta

berbatas cakrawala

Dengan puisi aku mengenang

Keabadian Yang Akan Datang

Dengan puisi aku menangis

jarum jam bila kejam mengiris

Dengan puisi aku mengutuk

nafas zaman yang busuk

Dengan puisi aku berdoa

perkenankanlah kirannya

1965 (Tirani dan Benteng, hal 62)



Poetry of the week
March 24, 2008, 12:16 am
Filed under: Uncategorized

KEREMANGAN, AKU TETAP BERSAMA

Poetry by Eko Wibowo

Keremangan malam merayap seperti biasa

Aku juga tetap disini

Tetap menunggu bulan terjatuh

Bersama ribuan bintang berkelipan

Keremangan malam merayap seperti biasa

Aku juga tetap disini

Tetap mengharap kupu-kupu terhinggap dihati

Bersama ribuan warna sayap keceriaan

Keremangan malam merayap seperti biasa

Aku juga tetap disini

Tetap mengharap datangnya sang tuan putri……….

Bersama jutaan kasih tak terhingga

Tapi apakah semua itu mungkin?!

====@@@====

5 Maret 2006



Poetry of the week
March 17, 2008, 6:01 pm
Filed under: Uncategorized

AKU INGIN

Poet By Supardi Djoko Danomo

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

====@@@====



“Poetry Of The Week”
March 8, 2008, 4:44 am
Filed under: Uncategorized

TELAGA BIRU
Poetry By Eko Wibowo


Telaga Biru
Kau telah menenggelamkan batu besar sekian lama
Lama sekali menunggu surut airmu
Hanya untuk memunculkan muka saja
Hanya muka saja
Cukup muka saja

Tapi aku tidak mampu menghentikan air mataku
yang selalu mengalir menebar nila kesedihan
yang semakin menenggelamkan aku lebih
lebih-lama
lebih dalam
lebih menyesakkan dada

Telaga Biru
Aku sudah putus asa dengan keindahan airmu
Keinginan untuk muncul telah berubah kini
Di kejauhan aku melihat satu harapan lain
Indah sekali
aku ingin mendekati-Nya seberat apapun sisanya

Banyu Biru
Lebur aku sekarang juga!
Supaya aku bisa menyentuh-Nya
====@@@====

(26 Desember 2004)

 



“POETRY OF THE WEEK”
March 3, 2008, 7:01 pm
Filed under: Uncategorized

BELUM JUGA DI TITIK TENGAH
Poet by Romo Mudji Sutrisno

Belum juga kita paham artinya kebebasan
kalau tak mampu bilang "tidak" pada kelobaan.

Belum Juga kita tahu artinya kesenian
kalau imaji kita umbar tanpa beban.

Belum juga kita kenal makna kehidupan:
     kalau tanda tanya kita simpan tanpa ikhtiar menyelesaikan

Belum Juga kita beranjak ke jenjang dewasa
kalau mau kita menyumbari kuasa.


Belum juga kita tulus lukisan,
kalau kita tak siap memilih kata.

Kata ungkapan hari bernada.
Tanpa kata, hidup terlalu puisi.
Terlalu banyak kata, hidup terlampau prosa.

Tahukah kita di TITIK TENGAH, kalau mau menjadi?

(22-2-89 - 24-2-90)