Suklowor


” POETRY OF THE WEEK”
June 30, 2008, 2:37 am
Filed under: Uncategorized

MANDI
Poet by Eko "Suklowor" Wibowo

Aku mandi Kesadaran
Dengan sabun kekesalan
Dengan sampho kepedihan
Dengan pasta kebencian

Aku lihat temenku mandi sukaria
Dengan sabun tawa
Dengan shampo ceria
Dengan pasta romantisme

Aku hanya bisa memandang mereka
Aku cibir mereka tapi tak berasa
Aku ketawai mereka tapi tak berarti

Aku tangisi mereka
Aku ketawai diriku
Aku cibir diriku
Begitu mudahnya

26 Desember 2004
========***=========
 



” POETRY OF THE WEEK”
June 13, 2008, 11:05 pm
Filed under: Uncategorized

SEPUCUK SURAT DARI SEKEPING HATIKU YANG TELAH PERGI
Poet By Eko "Suklowor" Wibowo

Ma’af, aku pergi..
Aku bosan dengan abu-abu ini
Aku bosan dengan hitam yang selalu melingkupi

Aku tahu kau telah menipuku
Katamu dunia ini abu-abu
Katamu dunia ini hitam kelam
Tidak ada warna lain selain warna itu
Lihatlah malam kelam, atau batu hitam
Lihatlah gagak diujung dahan, atau awan kala hujan

Awalnya aku percaya
Awalnya aku yakin kau jujur padaku

Tidak,…
Tidak hanya warna itu
Ada jutaan warna selain abu-abu
Ada jutaan warna selain hitam kelam
Lihatlah kupu-kupu dipadang rumput itu
Atau pelangi di langit biru

Mungkin temanku juga keliru
Memberimu sayap-sayap itu
Sehingga kau bisa terbang menembus awan
Bermimpi meraih bintang, merengkuh rembulan
Yang hanya ada di malam kelam

Ma’af, aku pergi..
Aku ingin melihat lautan luas
Atau burung yang terbang bebas

Cukup bagiku,
Nyanyian kutilang kala pagi menjelang
Atau gemulai tarian sirip ikan di bening tirta telaga warna
Takkan mungkin berharap ikan bisa terbang
Atau kutilang pandai menyelam

Sekali lagi,
Ma’afkan aku
Yang telah pergi meninggalkanmu…

7 Juni 2008
====&&&&====

 



” POETRY OF THE WEEK”
June 7, 2008, 2:34 am
Filed under: Uncategorized

BUNGA MEKAR DI HATI

Poet by Eko "Suklowor" Wibowo

Sekuntum bunga mekar dihatiku

Menebar warna-warni ceria

Semerbak harum wangi pesona


Ilalang yang saling menyilang

Kini hilang ditelan bayang-bayang

Belukar yang kuat mengakar

Kini musnah terbakar

Perdu terkubur rindu

Semak layu karena cemburu

Sekuntum bunga mekar dihatiku
Burung-burung berkicau merdu
Mentari tersenyum syahdu

Harapan yang dulu timbul tenggelam
Telah menjelma kenyataan
Mimpi-mimpi hati
kini telah bersemi
Asa telah menampakkan ufuknya
Kesedian terbenam diperaduannya

Sekuntum bunga mekar dihatiku
Janji-janji jiwa kini telah terpadu
Janji-janji hati, ku jaga selalu

Rindu yang sekian lama terbelenggu

Bebas lepas menari seru

Cinta yang sekian lama mengembara

Telah menemukan kampung halamannya

Kasih takkan pernah tersisih

Sayang takkan pernah hilang


Kutulis puisi ini khusus untukmu

Syukurku atas anugerah cintamu



Tertanda



(Mimpiku)

08 Maret 2008

+++&&&+++