” POETRY OF THE WEEK”
MANDI
Poet by Eko "Suklowor" Wibowo
Aku mandi Kesadaran
Dengan sabun kekesalan
Dengan sampho kepedihan
Dengan pasta kebencian
Aku lihat temenku mandi sukaria
Dengan sabun tawa
Dengan shampo ceria
Dengan pasta romantisme
Aku hanya bisa memandang mereka
Aku cibir mereka tapi tak berasa
Aku ketawai mereka tapi tak berarti
Aku tangisi mereka
Aku ketawai diriku
Aku cibir diriku
Begitu mudahnya
26 Desember 2004
========***=========
” POETRY OF THE WEEK”
SEPUCUK SURAT DARI SEKEPING HATIKU YANG TELAH PERGI
Poet By Eko "Suklowor" Wibowo
Ma’af, aku pergi..
Aku bosan dengan abu-abu ini
Aku bosan dengan hitam yang selalu melingkupi
Aku tahu kau telah menipuku
Katamu dunia ini abu-abu
Katamu dunia ini hitam kelam
Tidak ada warna lain selain warna itu
Lihatlah malam kelam, atau batu hitam
Lihatlah gagak diujung dahan, atau awan kala hujan
Awalnya aku percaya
Awalnya aku yakin kau jujur padaku
Tidak,…
Tidak hanya warna itu
Ada jutaan warna selain abu-abu
Ada jutaan warna selain hitam kelam
Lihatlah kupu-kupu dipadang rumput itu
Atau pelangi di langit biru
Mungkin temanku juga keliru
Memberimu sayap-sayap itu
Sehingga kau bisa terbang menembus awan
Bermimpi meraih bintang, merengkuh rembulan
Yang hanya ada di malam kelam
Ma’af, aku pergi..
Aku ingin melihat lautan luas
Atau burung yang terbang bebas
Cukup bagiku,
Nyanyian kutilang kala pagi menjelang
Atau gemulai tarian sirip ikan di bening tirta telaga warna
Takkan mungkin berharap ikan bisa terbang
Atau kutilang pandai menyelam
Sekali lagi,
Ma’afkan aku
Yang telah pergi meninggalkanmu…
7 Juni 2008
====&&&&====
” POETRY OF THE WEEK”
BUNGA MEKAR DI HATI
Poet by Eko "Suklowor" Wibowo
Sekuntum bunga mekar dihatiku
Menebar warna-warni ceria
Semerbak harum wangi pesona
Ilalang yang saling menyilang
Kini hilang ditelan bayang-bayang
Belukar yang kuat mengakar
Kini musnah terbakar
Perdu terkubur rindu
Semak layu karena cemburu
Sekuntum bunga mekar dihatiku
Burung-burung berkicau merdu
Mentari tersenyum syahdu
Harapan yang dulu timbul tenggelam
Telah menjelma kenyataan
Mimpi-mimpi hati
kini telah bersemi
Asa telah menampakkan ufuknya
Kesedian terbenam diperaduannya
Sekuntum bunga mekar dihatiku
Janji-janji jiwa kini telah terpadu
Janji-janji hati, ku jaga selalu
Rindu yang sekian lama terbelenggu
Bebas lepas menari seru
Cinta yang sekian lama mengembara
Telah menemukan kampung halamannya
Kasih takkan pernah tersisih
Sayang takkan pernah hilang
Kutulis puisi ini khusus untukmu
Syukurku atas anugerah cintamu
Tertanda
(Mimpiku)
08 Maret 2008
+++&&&+++