POETRY OF THE WEEK
Fitri, 1429 H
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
.
Aku Berjalan di daun rapuh
Bersandar pada rantingnya
Dilena semilir sepoi penebar mimpi
.
Gema takbir bangunkan ku
Ku coba turun ke bumi berpijak
Maafkan atas keterlenaanku
.
Takhobalallahu Mina Wa Minkum
Takhobal Ya Karim
Minal Aizin Wal Faizin
====0000====
No date
POETRY OF THE WEEK
INGAT DOSA
Poet By Eko "Suklowor" Wibowo
.
Aliran Ayat-ayat suci
Membanjiri hati malam ini
.
Perlahan namun pasti
Ingatan dosa mengembangkan diri
Berenang dalam darah
Merengsek ke otak
Menyeruat menyusup nadi
Dan kemudian membakar hati
Seperti ribuan lebah menyengat kulit ari
Seketika aliran darah
Menjadi pucat pasi
.
Allah… pantaskah aku bersandar lelah di Rahman-Mu
Aku yang lelah mengejar sia-sia hidup ini
Aku Lelah mengejar fana duniawi
.
Allah… Aku ingin kembali ke haribaan Rohim-Mu
Menyandarkan sedu-sedan tertahan
Berdamai dengan angan-angan
Membelenggu mimpi dalam-dalam
Mimpi yang menelantarkan aku
Dalam Rimba keserakahan
Dalam lautan kefanaan
.
Allahku… lebur dosaku
dalam Ghofur Sifat-Mu
===###====
14 September 2008
POETRY OF THE WEEK
BUNGA LILI KECIL MEMBISU DALAM POT DEPAN RUMAHKU
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
.
Lili kecil kau cantik sekali
Berubahlah jadi peri
Temani aku bernyanyi
.
Lili kecil kau manis sekali
Berubahlah jadi bidadari
Tunjukkan jemari lentikmu
Biar aku bisa menggandeng tanganmu
.
Tapi kenapa kau malah membisu
Apakah kau tidak kasihan padaku
Aku yang lelah,
Mencari tambatan hati
Aku yang merana
Tercabik sendiri
Aku yang gulana
Di siksa mimpi
.
Kau beruntung lili kecilku
Dilahirkan dengan kecantikanmu
Sehingga kumbang-kumbang
Berebut cintamu
.
Tapi kenapa,
Itu tidak terjadi padaku
Tidak satupun yang mau
Menerima cintaku
.
Ayolah lili kecilku
Menjelmalah jadi peri
Atau bidadari
Akan ku gandeng tanganmu
Akan ku nyanyikan
Melodi cinta khusus untukmu
Aku berjanji akan menyayangimu
.
Tapi…
Sampai kering air mataku
Lili kecilku tetap saja membisu
====999====
19 Agustus 2008
” POETRY OF THE WEEK “
CINTA
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
.
Kepada siapakah aku
Mengadukan cantiknya wajahmu
Pada genitnya bintang?
Pada cemburu rembulan?
Atau pada sombongnya matahari?
Aku sudah tak kuasa
Menahan rasa ini
Manisnya senyummu,
Telah menyesaki rongga dadaku
Meluber ke jantung
Menyumbat pori-pori
Dan hampir menghentikan nadi
Tapi itu semua bukan salahmu
Itu semua salahku
Aku yang tak mampu
Menahan gejolak hati ini
Aku yang tak mampu
Membunuh hasrat ingin memiliki
Aku yang tak mempu
Membendung rasa ini…
Rasa cinta
Yang tak pernah kumiliki
====8888====
19 Agustus 2008