POETRY OF THE WEEK
NAMAMU
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
Aku Sudah lama bermain dengan huruf
Merangakinya menjadi kata,
Merajut kata menjadi puisi
Tapi kenapa aku tak mampu
Merajut namamu?
Namamu……
Istana Pasir yang luruh
Disayat ombak gelisah hayalku
Namamu……
Hembusan angin
Yang gigilkan sekujur tubuh
Kasat mata namun aku yakin ada.
Tapi….
Aku takkan putus asa
Akan ku susuri lagi jalan ini
Siapa tahu ada yang lena,
Menjatuhkan huruf-huruf
Yang bisa kurangkai
Membentuk namamu
Akan ku bongkar lagi diorama senja
Barangkali namamu muncul disana
Akan ku lakukan apa saja
Sampai namamu tersimpan dihatiku…
=====****======
20 Oktober 2008
POETRY OF THE WEEK
KU SAPA DIA DI UJUNG JALAN
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
.
Hanya di ujung bibir kecil itu
Jawaban yang dia berikan
Manis sekali….
Meski aku hampa arti
====***=====
25 Juli 2008
POETRY OF THE WEEK
AKU INGIN MELUKIS
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
Aku ingin melukis mendung
Bergulung dalam gumpalan asap cigarette
Kretek inilah yang setia menemaniku
Menunggu semburat aurora wajahmu
Aku ingin melukis pantai
Dengan pasir putih berkilau
Silau pada deburan buih ombak putih
Menghantar mampir biduk-biduk cintamu
Aku ingin melukis gunung
Di bawah teduh cemara menjulang
Tinggi menari di iring irama sepoi
Menebar aroma rinduku padamu
Tapi kemanakah kecoa-kecoa itu
Membawa pergi kanvasku?
====******=====
12 Oktober 2008
POETRY OF THE WEEK
PESAN BUNGA
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
Setangkai bunga kecil
Melambai semangat ke arahku
Wajahnya ceria tulus mempesona
Aku tertegun sesaat
Kemudian kudekati dia
Setengah berbisik dia berkata
Pemuda…
Aku iri pada putri cantik
Yang duduk di sebelahmu
Wajahnya sungguh jelita
Senyumnya manis menebar
Madu-madu asmara
Tatap matanya
Sejuk lembut penuh pesona
Hingga bara matahari
Sejuk terasa
Aku iri pada juwita
Kiranya aku ingin
Menyerahkan diriku
Pada cinta kalian berdua
Agar sempurna penciptaanku di dunia
Pemuda…
Serahkan aku pada nya
Sebagai perlambang cinta sucimu
Aku rela untuk itu….
====000====
14 September 2008
POETRY OF THE WEEK
LEGENDA SI BURUK RUPA (Extended Version)
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
.
Akulah pungguk
Ketampananmu rembulan
Tak pernah tersentuh
Walau semalam
.
Mimpi itu telah ku kubur dalam-dalam
Jauh kubuang di ujung karang
Mimpi pangeran dalam dekapan
Ku anggap musnah dalam kegelapan
.
Kanda, Kenapa kau harus mati,
Disaat aku mencoba menikmati
Kalau saja kau tidak mati
Aku takkan menyesal seperti ini
.
Ternyata, kau tampan dan gagah , kanda
Tapi kenapa setelah mati
Kenapa tidak sedari dulu
Kau tunjukkan padaku
Kenapa aku tak kau ijinkan
Menikmati ketampananmu
Kenapa kau tak ijinkan aku
Menikmati ke gagahanmu
.
Aku ini wanita biasa, kanda
Bukankah kau tahu
Semua wanita mendamba itu
Bodohnya kau tak mengerti pesan igauanku
.
Kanda, kenapa kau harus mati
Saat aku mencoba menikmati
Kalau saja kau tidak mati
Aku takkan menyesal seperti ini
.
Akulah pungguk
Kegagahanmu rembulan
Tak pernah ku sentuh
Walau semalam
.
Mimpi itu telah ku kubur dalam-dalam
Jauh ku buang diujung karang
Mimpi pangeran dalam dekapan
Ku anggap musnah dalam kutukan
====YYYY====
12 September 2009