Filed under: Uncategorized
EMBUN 6
Sudah ribuan kali dia memohon pada sang daun
Hisaplah aku, telan saja mentah-mentah
Karena aku lebih mencintaimu
Daripada tanah yang serakah
Atau matahari yang merah
====****====
Yogyakarta, 23 November 2008
EMBUN 6
Sudah ribuan kali dia memohon pada sang daun
Hisaplah aku, telan saja mentah-mentah
Karena aku lebih mencintaimu
Daripada tanah yang serakah
Atau matahari yang merah
====****====
Yogyakarta, 23 November 2008
EMBUN 5
Akhirnya kutemukan juga daunku
Setelah hampir putus asa
Tersaruk-saruk desak pohon
Tersaruk-saruk tampar ranting
Menyibak ilalang dan belukar
Akhirnya ku temukan juga dia
Aku pegang tanpa mau terlepas
Aku dekap dengan segenap kehangatan tersisa
Meski sepertinya dia peduli hampa
===***===
Yogyakarta, 23 November 2008
EMBUN 4
Aku sudah berubah jadi kabut semalam
Sekarang akan ku telusuri rimba ini
Akan ku cari daun jelita dalam mimpiku
Kubawa kado diriku
Untuk ku persembahkan padanya utuh
Akulah sang pecinta tanpa pamrih apa-apa
Semoga bisa diterima
Yogyakarta, 23 November 2008
EMBUN 3
Aku sudah bertanya pada tiap biduk yang ku jumpa
Aku teriaki burung yang melintas diatasku
Aku tanya semua pantai, teluk, karang dan ikan
Aku bujuki terumbu supaya mereka cerita tentang daunku
Semua menjawab:
Bertanyalah pada matahari
Dia akan meleburmu
Dan dia akan meminta pada angin
Untuk menghantarmu ke daun tercintamu
Semoga kau selamat sampai disana
Semoga kau diterima sebagai sang pecinta
====***====
Yogyakarta, 23 November 2008