LANGGAM ASMORONDONO
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
Gegaraning wong akrami
Dudu bondo, dudu rupo
Amung ati pawitane
Kau diam sesaat
Lalu tetap berlalu
Membawa hatiku pilu
===%%===
Yogyakarta, 18 Januari 2009
LANGGAM ASMORONDONO
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
Gegaraning wong akrami
Dudu bondo, dudu rupo
Amung ati pawitane
Kau diam sesaat
Lalu tetap berlalu
Membawa hatiku pilu
===%%===
Yogyakarta, 18 Januari 2009
ABSTRAKSI KEHIDUPAN
Poet by Eko “Suklowor” Wibowo
Bukan merah merekah
Tapi Hijau membatu
Temaram yang kau selipkan
Dalam lukisanmu di kanvas hatiku
Kau tertawa kala kuasmu menari
Menggoreskan bilur-bilur luka
Hinga sayatan dawai biola
Terdengar bagai sangkakala
Abstraksi kehidupan, katamu lalu
Jiwa yang melayang
Menghayal hilang
Lenyap dalam tikungan
Sebenarnya aku tak berharap pelangi
Cukup merah setitik saja
Biar bercumbu hijaumu
Membentuk jingga
Gambaran jelas warna senja
Tapi kenapa
Kau justru berlalu
Tanpa meninggalkan judul
Yang mungkin bisa ku gunakan
Untuk memancing ingatanku
Tantang obsesi hijaumu
Yang tak mampu lagi bersatu merahku..
======99999======
Yogyakarta, 30 Desember 2008
ini adalah episode terakhir 8 puisi tentang embun.. trimakasih
EMBUN 8
Poet By Eko “Suklowor” Wibowo
Aku tak kuasa mendengar
Ratapan embun pada daunnya
Seketika kututup lagi jendela
Dan kutemukan diriku
Menjelma uap air yang menempel dikacanya
====&&&&====
Yogyakarta, 23 November 2008
EMBUN 7
Poet by Eko “Suklowor” Wibowo
Ini upaya terakhirku agar berguna untukmu
Sudah ku rayu semua teman kabutku
Untuk bersatu menjadi air
Agar berguna untukmu
Rupanya mereka lebih memilih menjadi kabut
Hingga bisa melayang
Memang aku bukan perayu
Aku tak mampu menjadi perayu
Hanya sunggingan yang selalu kudapat
Jika ku utarakan maksudku pada teman kabutku
Aku ingin mempersembahkan diriku untukmu daunku
Aku ingin memiliki arti untukmu cintaku
Meskipun hanya setetes
Jangan kau siakan pengorbananku
====****=====
Yogyakarta, 23 November 2008