Suklowor


POETRY OF THE WEEK
April 27, 2009, 11:05 pm
Filed under: Uncategorized

SAKURA MUSIM SEMI

Poet By Eko “Suklowor” Wibowo

Untuk Sahabatku : Mbak Tri Setyani

Semilir Angin Masih Kurasakan
Dingin mengalir di antara tetulang
Pasir berdesir perasaan
Melambai tangan-tangan mungil
Seperti melepas kekasih menuju perantauan

Biduk kita meluncur perlahan
Diiringi tarian riak jernih gelombang
Cita-cita membumbung ke awan
Mengharu biru samudra hakekat tujuan

Namun tak kusangka
Sungai ini bercabang dua
Menjelma lidah kobra racun berbisa
Yang tak jua tawar nurani rasa
Lantak retak seribu khayal
Kebersamaan yang kita bangun bersama

Sahabat, tawa candamu
Mungkin takkan terdengar lagi
Ibarat aura jingga di ujung cakrawala
Terbenam hingga tak berujud rupa

Namun dihati masih tetap terpatri
Ribuan memori indah
Merekah sakura musim semi

Apa yang hendak kita perbuat atas takdir-Nya
Mungkin hanya sekelumit do’a
Semoga sukses dalam asa dan cita
Bukan disini,
Tapi ditempat yang lebih sempurna

Sekenario indah
Dalam tabir sang maha Adil
Akan segera tersibak disana

Yogyakarta, 25 s/d 27 April 2009

Comments Off


POETRY OF THE WEEK
April 17, 2009, 8:33 pm
Filed under: Uncategorized | Tags: ,

BURUNG HANTU

Poet by Eko “Suklowor” Wibowo

***
Seperti biasa malam ini
Sekelabu bulu-bulumu
Nanar purnama tak mampu
Mengalahkan tajam matamu
Membuat ular dan tikus trauma sadismu

Meski kau mencoba menyembunyikan
Kejammu di balik rapuh dahan kayu
Namun kabar itu tak urung sampai di telingaku

Kau yang biasa mencabik hasrat
Mengelupas kulit harap
Tak jua insaf meski dingin hujan ratap
Membasahi tubuh senjamu
Sebelum sekarat
***

Yogyakarta, 27 Maret 2009



POETRY OF THE WEEK
April 10, 2009, 7:20 pm
Filed under: Uncategorized | Tags: ,

SALJU

Poet by Eko “Suklowor” Wibowo

****
Seputih hati bidadari
Saat kau sapa hatiku
Hingga membeku
****

Yogyakarta, 26 Maret 2009



POETRY OF THE WEEK
April 3, 2009, 9:56 pm
Filed under: Uncategorized | Tags: ,

MELODI CINTA KALA SENJA

Poet By Eko “Suklowor” Wibodo

*****
Ingin kukayuh pedal sepeda sekencang-kencangnya
Melintasi kerikil tajam rel kereta

Terdengar melodi nafasku kembang kempis
Sekeras suara ban mendesis kempis
Mengaburkan pandanganku pada Argolawu yang manis
*****

Yogyakarta, 26 Maret 2009