POETRY OF THE WEEK
sambungan…
SAJAK NESTAPA
Jilid II
Poet by Eko “Suklowor” Wibowo
( 3 )
Kau ini bicara apa?
Tanya mimpi padaku
Rebahkan saja punggungmu
Pejamkan saja matamu
Lalu kita bercumbu
( 4 )
Diamlah teriak hasrat
Aku takkan mempan bujukmu
Biar seribu rayu kau suguhkan padaku
Aku takkan tertipu
Akan ku jaga malam ini sampai pagi
Berteman secangkir kopi
Beserta majalah asa edisi terkini
Hingga iba datang menjelma
Aku sudah tahu cara menyambutnya
=====
Yogyakarta, 26 Maret 2009
bersambung…
POETRY OF THE WEEK
sambungan…
SAJAK NESTAPA
Jilid II
Poet by Eko “Suklowor” Wibowo
( 2 )
Perlahan, dia sibak tirai nasib sore itu
Mengintip di antara dedaun pintu
Ah sama saja seperti minggu lalu
Kupikir iba telah datang mengetuk pintu
Menjejalkan sejuta harap di balik bantalku
……
Yogyakarta, 26 Maret 2009
bersambung…
POETRY OF THE WEEK
SAJAK NESTAPA
Jilid II
Poet by Eko “Suklowor” Wibowo
( 1 )
Suara isak mendayu
Dalam ratap senja yang kuyu
Matahari merah
Perlahan tenggelam dalam sanubari hatimu
Seperti ingin berendam dalam samudra biru
Bisakah aku mencicipi damai sedetik saja ?
Setelah berkelojotan radiasi supernova
……
Yogyakarta, 26 Maret 2009
bersambung…
POETRY OF THE WEEK
SAJAK NESTAPA
Jilid I
Eko “Suklowor” Wibowo
******
Kutarik napas panjang
Kemudian kulepas lagi
Begitu berulang-ulang
Namun tak kunjung jua
Kutemukan iba tertarik padaku
Mungkin dia lupa
Atau terlalu asik dengan kelana
Mungkin dia buta
Atau sibuk alpha
Mungkin juga dia tuli simpati
Hingga tak mau mampir kesini
Padahal…
Sudah kusiapkan hidangan istimewa kesukaannya
Roti kepala, teh manis juga daging angsa
Namun yang justru mampir
Hanya sengsara
Menggelitik relung hati
Hingga aku tak henti tertawa
Bukankah seharusnya kau menangis ?
Tanya sadar padaku
Seperti orang-orang diujung sana
Yang selalu melaksanakan
Ritual upacara
Penyambutan duka
Biar terlihat lebih nestapa
Entahlah, jawab fikir
Mungkin raga telah kering
Hingga mata air, mati tak lagi mengalir.
*****
Yogyakarta, 22 Maret 2009