Suklowor


POETRY OF THE WEEK
May 22, 2009, 11:00 pm
Filed under: Uncategorized | Tags:

sambungan…

SAJAK NESTAPA

Jilid II

Poet by Eko “Suklowor” Wibowo

( 3 )
Kau ini bicara apa?
Tanya mimpi padaku
Rebahkan saja punggungmu
Pejamkan saja matamu
Lalu kita bercumbu

( 4 )
Diamlah teriak hasrat
Aku takkan mempan bujukmu
Biar seribu rayu kau suguhkan padaku
Aku takkan tertipu
Akan ku jaga malam ini sampai pagi
Berteman secangkir kopi
Beserta majalah asa edisi terkini
Hingga iba datang menjelma
Aku sudah tahu cara menyambutnya
=====

Yogyakarta, 26 Maret 2009

bersambung



POETRY OF THE WEEK
May 15, 2009, 8:13 pm
Filed under: Uncategorized

sambungan…

SAJAK NESTAPA

Jilid II

Poet by Eko “Suklowor” Wibowo

( 2 )
Perlahan, dia sibak tirai nasib sore itu
Mengintip di antara dedaun pintu
Ah sama saja seperti minggu lalu

Kupikir iba telah datang mengetuk pintu
Menjejalkan sejuta harap di balik bantalku
……

Yogyakarta, 26 Maret 2009

bersambung



POETRY OF THE WEEK
May 12, 2009, 2:28 am
Filed under: Uncategorized

SAJAK NESTAPA

Jilid II

Poet by Eko “Suklowor” Wibowo

( 1 )
Suara isak mendayu
Dalam ratap senja yang kuyu

Matahari merah
Perlahan tenggelam dalam sanubari hatimu
Seperti ingin berendam dalam samudra biru
Bisakah aku mencicipi damai sedetik saja ?
Setelah berkelojotan radiasi supernova
……

Yogyakarta, 26 Maret 2009

bersambung



POETRY OF THE WEEK
May 2, 2009, 12:29 am
Filed under: Uncategorized

SAJAK NESTAPA

Jilid I

Eko “Suklowor” Wibowo

******
Kutarik napas panjang
Kemudian kulepas lagi
Begitu berulang-ulang

Namun tak kunjung jua
Kutemukan iba tertarik padaku

Mungkin dia lupa
Atau terlalu asik dengan kelana
Mungkin dia buta
Atau sibuk alpha
Mungkin juga dia tuli simpati
Hingga tak mau mampir kesini

Padahal…
Sudah kusiapkan hidangan istimewa kesukaannya
Roti kepala, teh manis juga daging angsa

Namun yang justru mampir
Hanya sengsara
Menggelitik relung hati
Hingga aku tak henti tertawa

Bukankah seharusnya kau menangis ?
Tanya sadar padaku
Seperti orang-orang diujung sana
Yang selalu melaksanakan
Ritual upacara
Penyambutan duka
Biar terlihat lebih nestapa

Entahlah, jawab fikir
Mungkin raga telah kering
Hingga mata air, mati tak lagi mengalir.
*****

Yogyakarta, 22 Maret 2009