Suklowor


POETRY OF THE WEEK
June 29, 2009, 11:59 pm
Filed under: Uncategorized

APA LAGI YANG KU PUNYA?

****

Apa yang hendak ku tunjukkan?
Pada keindahan matamu
Kalau Matahari saja menunduk memandangnya

Apa yang hendak ku bisikkan di telingamu?
saat lagu tak lagi mampu membendung hasratku

Apa yang hendak ku persembahkan?
Saat Puisi-pun tak mampu
Mewakili paras Elokmu..
***

Yogyakarta, 29 juni 2009



POETRY OF THE WEEK
June 22, 2009, 2:44 am
Filed under: Uncategorized

JANGAN BIARKAN AKU SENDIRI

Mencoba menterjemahkan gerakan puitis Om Jemek Supardi kedalam kata…

******
Hijau kehidupan hanya sementara kau genggam
Sejuk dingin malam
Mencoba menyempurnakan malam tanpa bintang

Sejenak ingatanmu coba kau titipkan
Pada arus air, kerikil dan bebatuan
Mencoba menelisik jerat-jerat kehidupan

Nafasmu terengah
Saat ingatanmu hanyut lamunan
Alunan gemeretak darahmu
Mengalun pilu diantara reriak gelombang
Nadi menggumpal
Hati meronta
Sendiri merana

Perlahan kau seret kaki-kaki
Diantara kerikil tajam
Menyumpai hidupmu
Menyumpahi rapuh masa lalu

Tapi kau tetap bertahan
Mencoba menelisik relung ruang angin
Memandang nanar sekeliling
Ruang waktu seakan menyempit
Menghimpit jiwa
Tanpa mampu meronta
Tiada lagi harapan
Hilang sudah kesempatan

Kau pandangi dirimu
Seolah api kecil dipermainkan bebayu
Kau pandang lekat
Akankah masih tersisa harap

“aku masih disini sahabatku”
suara itu terdengar sayup
namun sejuk menelusik jiwa
seonggok batu besar menjulurkan tangannya
“Jadikan aku sandaran”
“Lepaskan tetali yang membelenggu jiwamu”

Dengan sisa-sisa harap
Kau mencoba mengurainya satu-persatu
“Arungi lagi kehidupanmu”
“Bahagia kan menjemputmu”

Kesadaran mulai membuncah
Harapan mulai merekah
Ternyata masih tersisa hijau rerumputan
Meski tak selebar daun pisang
Tapi itu cukup
Akan ku lempar jauh kesedihan
Saat kucicipi lagi hangat persahabatan
*****

Kali Code, Yogyakarta, 30 Mei 2009
Malam Renungan AIDS Nusantara
Bersama Jemek Supardi



POETRY OF THE WEEK
June 12, 2009, 6:34 pm
Filed under: Uncategorized

sambungan…

SAJAK NESTAPA

Jilid II

Poet by Eko “Suklowor” Wibowo

( 6 )
Tanpa terasa jarum waktu mengalir begitu saja
Kantuk mulai menyerang hasrat tanpa bisa bersilat
Pendar aura wajahnya yang berkilat
Lebur hampir tamat
Namun dengan cekat dia ingat
Akan datangnya iba sang juru selamat
Membuat dia kembali semangat

Ditengah pergulatan hebat
Terdengar seret langkah kaki mendekat
Seketika wajah hasrat berubah pucat
Sang takdir tersenyum hangat

=====

Yogyakarta, 26 Maret 2009

habis



POETRY OF THE WEEK
June 6, 2009, 1:51 am
Filed under: Uncategorized

sambungan…

SAJAK NESTAPA

Jilid II

Poet by Eko “Suklowor” Wibowo

( 5 )
Nestapa yang sedari tadi mengalunkan melodi
Lewat radio mini tanpa henti berdendang
Tentang hidup yang meradang
Kadang dia petik gitar melodi susah hati
Kadang dia tiup terompet suara mirip sangkakala
Atau dia gesek biola menyayat sukma

=====

Yogyakarta, 26 Maret 2009

bersambung