Suklowor


POETRY OF THE WEEK
June 22, 2009, 2:44 am
Filed under: Uncategorized

JANGAN BIARKAN AKU SENDIRI

Mencoba menterjemahkan gerakan puitis Om Jemek Supardi kedalam kata…

******
Hijau kehidupan hanya sementara kau genggam
Sejuk dingin malam
Mencoba menyempurnakan malam tanpa bintang

Sejenak ingatanmu coba kau titipkan
Pada arus air, kerikil dan bebatuan
Mencoba menelisik jerat-jerat kehidupan

Nafasmu terengah
Saat ingatanmu hanyut lamunan
Alunan gemeretak darahmu
Mengalun pilu diantara reriak gelombang
Nadi menggumpal
Hati meronta
Sendiri merana

Perlahan kau seret kaki-kaki
Diantara kerikil tajam
Menyumpai hidupmu
Menyumpahi rapuh masa lalu

Tapi kau tetap bertahan
Mencoba menelisik relung ruang angin
Memandang nanar sekeliling
Ruang waktu seakan menyempit
Menghimpit jiwa
Tanpa mampu meronta
Tiada lagi harapan
Hilang sudah kesempatan

Kau pandangi dirimu
Seolah api kecil dipermainkan bebayu
Kau pandang lekat
Akankah masih tersisa harap

“aku masih disini sahabatku”
suara itu terdengar sayup
namun sejuk menelusik jiwa
seonggok batu besar menjulurkan tangannya
“Jadikan aku sandaran”
“Lepaskan tetali yang membelenggu jiwamu”

Dengan sisa-sisa harap
Kau mencoba mengurainya satu-persatu
“Arungi lagi kehidupanmu”
“Bahagia kan menjemputmu”

Kesadaran mulai membuncah
Harapan mulai merekah
Ternyata masih tersisa hijau rerumputan
Meski tak selebar daun pisang
Tapi itu cukup
Akan ku lempar jauh kesedihan
Saat kucicipi lagi hangat persahabatan
*****

Kali Code, Yogyakarta, 30 Mei 2009
Malam Renungan AIDS Nusantara
Bersama Jemek Supardi




No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>