Suklowor


POETRY OF THE WEEK
July 11, 2009, 2:28 am
Filed under: Uncategorized | Tags:

TELAT TOBAT

Poet By Eko “Suklowor” Wibowo

!!!
Dalam hitungan seribu bulan
Purnama baru akan mampir
Menasehatimu tentang getir
Menyindirmu nyinyir
Sampai egomu hancur
Tersambar petir
Dan kau baru akan sadar
Setelah semua berakhir
!!!

Yogyakarta, 10 Juli 2009



POETRY OF THE WEEK
April 17, 2009, 8:33 pm
Filed under: Uncategorized | Tags: ,

BURUNG HANTU

Poet by Eko “Suklowor” Wibowo

***
Seperti biasa malam ini
Sekelabu bulu-bulumu
Nanar purnama tak mampu
Mengalahkan tajam matamu
Membuat ular dan tikus trauma sadismu

Meski kau mencoba menyembunyikan
Kejammu di balik rapuh dahan kayu
Namun kabar itu tak urung sampai di telingaku

Kau yang biasa mencabik hasrat
Mengelupas kulit harap
Tak jua insaf meski dingin hujan ratap
Membasahi tubuh senjamu
Sebelum sekarat
***

Yogyakarta, 27 Maret 2009



POETRY OF THE WEEK
April 3, 2009, 9:56 pm
Filed under: Uncategorized | Tags: ,

MELODI CINTA KALA SENJA

Poet By Eko “Suklowor” Wibodo

*****
Ingin kukayuh pedal sepeda sekencang-kencangnya
Melintasi kerikil tajam rel kereta

Terdengar melodi nafasku kembang kempis
Sekeras suara ban mendesis kempis
Mengaburkan pandanganku pada Argolawu yang manis
*****

Yogyakarta, 26 Maret 2009



POETRY OF THE WEEK
March 8, 2009, 11:24 pm
Filed under: Uncategorized | Tags: , , ,

SERULING RASA

Poet by Eko “Suklowor” Wibowo

Tiuplah seruling rasamu
Hanya untukku
Agar aku bisa membenamkan hatiku
Dalam cakrawala wajahmu…
Mengumpulkan lagi scuel-scuel nada
Pelengkap orkestra cinta
Tersirat dalam partitur tulus jiwa

Akan ku petik harpa harapku
Sebagai pengiringnya
Hingga tercipta harmoni abadi
Berbingkai keabadian sejati
Yang tulus dan suci…
=====

Ngawi, 9 Maret 2009



POETRY OF THE WEEK
February 22, 2009, 8:01 am
Filed under: Uncategorized | Tags: , ,

AKU DAN DIRIMU DIMALAM ITU

Poet by Eko “Suklowor” Wibowo

Aku tak tahu
Malam ini milikku
atau milikmu…

Aku juga tak tahu
Bintang itu berkerling untukku
Atau untukmu…

Yang jelas aku tahu
Bulan malu melihatku
Dan buruburu bersembunyi
Dibalik awan itu…
=====

Yogyakarta, 20 Februari 2009



POETRY OF THE WEEK
February 1, 2009, 10:08 pm
Filed under: Uncategorized | Tags:

KESOMBONGAN

Poet by Eko “Suklowor” Wibowo

Bosan aku berada di awangawang
Meski kaki berada
Di Lumpur hitam

Indahnya langit
Putihnya awan
Yang dulu ku idamkan
Ternyata tak mampu lagi kurengkuh

Kadang aku ingin berlari saja
Menuruni lebah curam
Atau ilalang melintang

Disana mungkin kutemukan teman
Sekedar cacing gelang
Atau tikus curut
Yang mungkin masih mau
Mendengar kata dan bujukku
Akan hitamnya rerumputan
Atau remang kunang-kunang

Jiwa-jiwa tiada
Hati hampa

Aku hanya tinggal
Memandang bintang
Seperti lilin menunggu padam
Padam oleh tubuh
Yang terbakar kesombongan.
======()======

Yogyakarta, 21 Januari 2009



POETRY OF THE WEEK
January 24, 2009, 12:04 am
Filed under: Uncategorized | Tags:

LANGGAM ASMORONDONO

Poet By Eko “Suklowor” Wibowo

Gegaraning wong akrami
Dudu bondo, dudu rupo
Amung ati pawitane

Kau diam sesaat
Lalu tetap berlalu
Membawa hatiku pilu
===%%===

Yogyakarta, 18 Januari 2009



POETRY OF THE WEEK
January 9, 2009, 6:08 pm
Filed under: Uncategorized | Tags: , ,

ini adalah episode terakhir 8 puisi tentang embun.. trimakasih

EMBUN 8

Poet By Eko “Suklowor” Wibowo

Aku tak kuasa mendengar
Ratapan embun pada daunnya
Seketika kututup lagi jendela
Dan kutemukan diriku
Menjelma uap air yang menempel dikacanya
====&&&&====

Yogyakarta, 23 November 2008



POETRY OF THE WEEK
December 22, 2008, 6:21 pm
Filed under: Uncategorized | Tags: ,

EMBUN 5

Akhirnya kutemukan juga daunku
Setelah hampir putus asa
Tersaruk-saruk desak pohon
Tersaruk-saruk tampar ranting
Menyibak ilalang dan belukar

Akhirnya ku temukan juga dia
Aku pegang tanpa mau terlepas
Aku dekap dengan segenap kehangatan tersisa
Meski sepertinya dia peduli hampa
===***===

Yogyakarta, 23 November 2008



POETRY OF THE WEEK
November 23, 2008, 10:04 pm
Filed under: Uncategorized | Tags: , , ,

EMBUN 1

Poet By Eko “Suklowor” Wibowo

Hanya ku temukan embun pagi
Saat ku buka jendela ini
Yang menempel sendiri
Menggantung pada selembar daun

Entah kuat berapa lama
Tangan ini memegang ujung daun ini
Entah berapa kali lagi
Tiupan bayu melepaskan genggamannya
Kemudian jatuh bumi kering tandus
Terhisap habis tanah rakus

Atau berapa lama dia tahan
Dihisap panas terik surya
Menguapkannya lenyap tak bersisa.
===888====

Jogjakarta, 23 November 2008